Tempat Pesemaian



   Sebelum melakukan kegiatan penyemaian /penanaman benih hal yang perlu disiapkan adalah memilih dan mendesain tempat pesemaian. Persiapan tempat pesemaian ditentukan berdasarkan data hasil pengukuran ketingian tempat, kecepatan angin dan jarak sumber air sesuai persyaratan pesemaian.

    Mendesain tempat pesemaian harus didahului dengan penentuan luas pesemaian berdasarkan target produksi, selain itu inventarisasi sarana sesuai dengan luas lokasi pesemaian. Luas lahan yang diperlukan untuk pesemaian adalah < 1% dari luas pertanaman produksi.


   Tanah di lokasi pesemaian yang paling sesuai adalah tanah yang gembur dan subur dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Tanah yang subur dapat menyediakan nurisi, mengikat dan mensuplai unsur hara serta dapat menyedikan air dan udara bagi bibit. Tanah di pesemaian dipilih yang paling sedikit mengandung mikroorganisme patogen dan benih-benih gulma.

a.       Pengertian tempat persemaian

Tempat persemaian merupakan suatu tempat yang digunakan untuk melakukan penyemaian benih/kecambah dan menyapih bibit yang bersifat sementara sampai menjadi bibit siap tanam di lahan.

Selama di pesemaian bibit tanaman sangat rentan terhadap kekeringan. Sumber air untuk pesemaian harus tersedia, sumber air bisa berupa sungai, kolam, sumur atau saluran irigasi. Sumber air yang dekat dan selalu tersedia bisa mensuplai air secara terus-menerus dengan biaya yang lebih sedikit. Letak sumber air yang sedikit lebih tinggi dari lokasi pesemaian akan lebih baik karena biaya dan tenaga yang dikeluarkan akan lebih hemat.

Arah bedengan pesemaian membentang dari utara ke selatan sehingga sinar matahari pagi dari timur bisa terserap optimal oleh bibit tanaman. Letak lokasi pesemaian sebaiknya berada sedikit lebih tinggi dari tanah sekitarnya hal ini untuk menghindari lokasi pesemaian dari genangan air bila curah hujan cukup tinggi. Lokasi pesemaian yang lebih rendah dapat dipilih asal disertai dengan sistem drainase yang baik agar kelebihan air baik dari penyiraman atau dari air hujan dapat terbuang dengan cepat.

Persyaratan tempat persemaian/pembibitan:

1)     Lahan bersih dari gulma, sisa tanaman sekelilingnya dan kotoran

2)     Suhu, kelembaban dan intensitas cahaya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan
3)     Sirkulasi udara lancar

4)     Terlindung dari angin kencang, sengatan matahari dan hujan


5)     Media tumbuh harus gembur dan subur
6)     Tidak tergenang air

7)     Dekat sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun, terutama untuk menghadapi musim kemarau.

8)     Dekat jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat, untuk memudahkan kegiatan pengangkutan keluar dan masuk kebun.

9)     Terpusat sehingga memudahkan dalam perawatan dan pengawasan.

10)Luasnya disesuaikan dengan kebutuhan produksi bibit.

11)Lahan datar dan drainase baik.

12)Teduh dan terlindung dari ternak.

Lahan sebagai tempat kegiatan dari pembibitan tanaman harus benar-benar bersih dari sampah dan tanaman pengganggu. Oleh karena itu pembersihan lahan sangatlah penting agar lahan tersebut terbebas dari sisa-sisa tanaman sebelumnya atau rerumputan semak-semak yang tumbuh, batu-batuan maupun sisa-sisa perakaran dari tanaman sebelumnya yang dapat mengganggu pertumbuhan akar bibit nantinya.

Selama ini banyak cara dalam melakukan pembersihan lahan seperti pembabatan, penggunaan pestisida dan pembakaran. Pembersihan lahan yang terbaik adalah dengan membabat sisa-sisa tanaman atau rerumputan, lalu mengumpulkannya pada tempat tertentu untuk selanjutnya dijadikan pupuk kompos.

b.      Jenis dan ukuran tempat persemaian/pembibitan

Untuk mendukung tumbuhnya benih dan kecambah yang disemai serta penyapihan bibit yang baik, maka dibutuhkan suatu tempat yang sesuai dengan keperluannya. Umumnya tempat pembibitan yang banyak digunakan antara lain :
1)     Raised bed

Adalah tempat pembibitan yang berbentuk bedengan atau guludan pada lahan datar tanpa menggunakan atap/naungan diatasnya.
Hasil gambar untuk bedengan

2)     Sunked bed

Adalah tempat pembibitan yang berbentuk bedengan dan pada bagian-bagian atasnya diberi atap/naungan yang dapat dibuka tutup. Tempat pemibibitan ini biasanya digunakan untuk daerah yang kelembabannya rendah dan tiupan anginnya cukup kencang.
Hasil gambar untuk Shading house

c.       Bedengan

Bedengan merupakan luasan lahan tertentu yang dibuat untuk menghindari terjadinya genangan air pada tempat pembibitan yang dapat mengakibatkan jeleknya aerasi. Bedengan dibuat memanjang dengan arah utara selatan dengan maksud agar bedengan tersebut dapat menerima cahaya matahari dengan cukup dan merata.
Ukuran yang digunakan untuk membuat bedengan ini adalah:

1)     Lebar bedengan 100 – 150 cm

Lebar bedengan ini dapat lebih atau bahkan kurang dari ukuran itu. Hal ini tergantung dari tujuan kebutuhan pembibitan.
2)     Panjang bedengan 5 – 10 m

Panjang bedengan ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan, bisa lebih dari 5 m atau kurang dari ukuran 10 m.

Jika kebutuhannya lebih dari 10 m, sebaiknya dibuat bedengan baru dengan ukuran yang sesuai kebutuhannya dengan jarak antar bedengan 0,5 m atau lebih.
3)     Tinggi bedengan 20 cm

Tinggi bedengan ini bisa kurang 20 cm atau lebih dari 20 cm. Sesungguhnya tinggi bedengan ini, susah dipastikan. Bedengan yang ditinggikan dimaksudkan untuk menghindari terjadinya genangan air pada lahan bedengan yang dapat mengganggu pertumbuhan akan pada

tanaman muda.
https://ylx-4.com/fullpage.php?section=General&pub=574387&ga=a



                   d.      Media dalam polibag

Agar benih yang disapih dapat tumbuh dengan baik, maka penyapihan harus dilakukan pada media dan wadah yang sesuai.

1)     Penyiapan tempat media tumbuh (polibag)

Persyaratan wadah untuk penyapihan bibit adalah sebagai berikut :

a)     Bahan wadah cukup kuat, ringan sehingga mudah dipindah

b)     Ukuran wadah harus sesuai dengan ukuran tanaman yang ditanam sehingga akan memberi keseimbangan anata tanaman dan wadahnya

c)      Cukup dalamnya untuk menampung perakaran tanaman secara memadai agar dapat tumbuh secara optimal
d)     Mempunyai lubang pembuangan air.

Umumnya wadah (tempat media tumbuh) yang banyak digunakan dalam pembibitan adalah pot, kantong plastik, polibag, bak perkecambahan, bahkan dapat menggunakan daun pisang atau daun kelapa. Tempat media tumbuh yang umum digunakan dalam produksi pembibitan adalah polibag/pot.

Polibag singkatan dari Poly Ethylin bag yang artinya kantong yang terbuat dari bahan plastik berwarna hitam. Ukuran polibag yang dapat dijumpai di pasaran berukuran mulai dari diameter 10 cm sampai dengan diameter 40 cm.

Setiap wadah/tempat media tumbuh yang digunakan sebagai tempat media tumbuh harus dibuat lubang drainase.


Komentar